aku bagai kan orang bodoh,
melutut mengharap kasih simpati,
walau sudah berkali kau menggeleng
aku bagai kan orang bodoh,
bilamana aku masih melutut,
menyusun tangan mengharap kau berubah fikiran
aku bagai kan orang bodoh,
tika aku masih setia melutut,
walau sudah berkali di terajang pergi mati,
aku bagai kan orang bodoh,
walau sudah beribu menghasut pergi,
kata ramai yang masih menanti
aku mungkin bodoh tapi aku cinta,
mungkin kau ego tapi aku cinta,
biar kan kata orang
aku masih cinta
aku tulis ni dari kacamata seorang sahabat. terus kan menangkap belut jika kau ikhlas
No comments:
Post a Comment